Membuat serial drama yang romantis? Korea jagonya. Membuat serial
drama kolosal terbaik? India ahlinya. Membuat sinetron dengan banyak
binatang berkeliaran di dalamnya? Mungkin Indonesialah pionirnya.
Mungkin
itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan keadaan pertelevisian
Indonesia saat ini. Tentu kita senang melihat perkembangan media
televisi di negeri ini yang disertai dengan pilihan acara yang makin
beragam. Jika dulu hanya ada TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi,
kini terhitung sudah ada belasan stasiun tv swasta yang meramaikan
pertelevisian Indonesia. Namun semakin terlihat perkembangan dunia
hiburan di tanah air sekarang justru mengarah pada hal-hal yang
berkecenderungan negatif dan berbahaya bagi pemirsanya, terutama anak
anak. Mengapa bisa dikatakan demikian?
Sebenarnya hanya ada satu
penyebabnya, yaitu keinginan besar para produser dan pihak pemangku
kepentingan di pertelevisian untuk meraup keuntungan besar tanpa
memerhatikan sisi edukasi bagi para pemirsanya. Contoh nyata yang ada,
semakin banyak sinetron bermunculan dengan genre aksi-horror atau thriller-horror
yang "menjadikan" hewan liar sebagai bintangnya. Pasti kita sudah tak
asing dengan serigala dan harimau yang berkeliaran di televisi kita.
Bukan kisah cinta dalam sinetron-sinetron tersebut yang berdampak
negatif bagi anak-anak, tetapi adegan kekerasan yang menjadi bumbu di
dalamnya yang menjadi bahaya.
Lebih memalukan karena sinetron-sinetron tersebut merupakan hasil plagiarisme, jiplakan dari trilogi Twilight dan Vampire Diary.
Kira-kira apa kata Taylor Lautner (Jacob Black), Robert Pattinson
(Edward Cullen), dan Kristen Stewart (Isabella Swan) jika mereka melihat
salah satu sinetron tersebut???
Nah, mirip kan?
Namun bukan hanya sinetron,
komedi di negeri ini pun berada pada kondisi yang cukup memprihatinkan.
Mengapa? Karena hampir di semua acara komedi stasiun TV adalah komedi Slapstick. Komedi Slapstick
adalah komedi yang isinya menjual kelucuan dengan menyiksa (lebih
tepatnya hanya memukul) dan menghina kekurangan fisik orang lain.
Mungkin hanya ada beberapa acara yang berkategori baik, seperti sitkom Tetangga Masa Gitu di Net. TV dan Stand Up Comedy
di MetroTv dan KompasTv. Perlu diingat bahwa perasaan seseorang adalah
hal yang harus dijaga dan menghina kekurangan fisik orang lain bukan hal
yang baik.
Diatas semua itu, acara-acara televisi diatas
bukannya tidak memiliki nilai moral, etika, dan estetika. Acara-acara
tersebut juga memiliki penikmatnya tersendiri dan bahkan memiliki rating
yang terbilang tinggi. Semua tergantung bagaimana opini kita masing
masing, penulis hanya mencoba mengulas fakta yang ada meski tidak secara
eksplisit karena bisa melanggar UU ITE. Ini pendapatku,
apa pendapatmu? hehe
Penulis harap kalian mau meluangkan sedikit waktu untuk berkomentar jika kalian setuju dengan artikel diatas , sampai ketemu di postingan selanjutnya ya!

