Senin, 24 November 2014

Membuat serial drama yang romantis? Korea jagonya. Membuat serial drama kolosal terbaik? India ahlinya. Membuat sinetron dengan banyak binatang berkeliaran di dalamnya? Mungkin Indonesialah pionirnya. 

Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan keadaan pertelevisian Indonesia saat ini. Tentu kita senang melihat perkembangan media televisi di negeri ini yang disertai dengan pilihan acara yang makin beragam. Jika dulu hanya ada TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi, kini terhitung sudah ada belasan stasiun tv swasta yang meramaikan pertelevisian Indonesia. Namun semakin terlihat perkembangan dunia hiburan di tanah air sekarang justru mengarah pada hal-hal yang berkecenderungan negatif  dan berbahaya bagi pemirsanya, terutama anak anak. Mengapa bisa dikatakan demikian?

Sebenarnya hanya ada satu penyebabnya, yaitu keinginan besar para produser dan pihak pemangku kepentingan di pertelevisian untuk meraup keuntungan besar tanpa memerhatikan sisi edukasi bagi para pemirsanya. Contoh nyata yang ada, semakin banyak sinetron bermunculan dengan genre aksi-horror atau thriller-horror yang "menjadikan" hewan liar sebagai bintangnya. Pasti kita sudah tak asing dengan serigala dan harimau yang berkeliaran di televisi kita. Bukan kisah cinta dalam sinetron-sinetron tersebut yang berdampak negatif bagi anak-anak, tetapi adegan kekerasan yang menjadi bumbu di dalamnya yang menjadi bahaya.

Lebih memalukan karena sinetron-sinetron tersebut merupakan hasil plagiarisme, jiplakan dari trilogi Twilight dan Vampire Diary. Kira-kira apa kata Taylor Lautner (Jacob Black), Robert Pattinson (Edward Cullen), dan Kristen Stewart (Isabella Swan) jika mereka melihat salah satu sinetron tersebut???

Nah, mirip kan?



Namun bukan hanya sinetron, komedi di negeri ini pun berada pada kondisi yang cukup memprihatinkan. Mengapa? Karena hampir di semua acara komedi stasiun TV adalah komedi Slapstick. Komedi Slapstick adalah komedi yang isinya menjual kelucuan dengan menyiksa (lebih tepatnya hanya memukul) dan menghina kekurangan fisik orang lain. Mungkin hanya ada beberapa acara yang berkategori baik, seperti sitkom Tetangga Masa Gitu di Net. TV dan Stand Up Comedy di MetroTv dan KompasTv. Perlu diingat bahwa perasaan seseorang adalah hal yang harus dijaga dan menghina kekurangan fisik orang lain bukan hal yang baik.

Diatas semua itu, acara-acara televisi diatas bukannya tidak memiliki nilai moral, etika, dan estetika. Acara-acara tersebut juga memiliki penikmatnya tersendiri dan bahkan memiliki rating yang terbilang tinggi. Semua tergantung bagaimana opini kita masing masing, penulis hanya mencoba mengulas fakta yang ada meski tidak secara eksplisit karena bisa melanggar UU ITE. Ini pendapatku,
 apa pendapatmu? hehe

Penulis harap kalian mau meluangkan sedikit waktu untuk berkomentar jika kalian setuju dengan artikel diatas , sampai ketemu di postingan selanjutnya ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar